Kamis, 18 Agustus 2016
Klinik Kelelawar
Minggu, 02 September 2012
Be Grateful and Love What You Do!
Rabu, 21 Desember 2011
Fanfic Lagi!!!!!!!!
Aku sudah mendengarkannya. Ya, lagu yang akan dirilis band-nya Martin sebagai single ketiga. Dan tebak saja, aku sudah jatuh cinta pada lagu itu. Memang, aku harus mendengarkannya sampai tiga kali untuk benar-benar merasakan bagaimana luar biasanya lagu ini. Ini dia lagu terbaik yang pernah mereka ciptakan. Setiap bagiannya benar-benar luar biasa. Liriknya, petikan gitar, ketukan drum, dan suara Martin yang, haruskah kujelaskan bahwa dia memiliki vocal yang lebih dari prima? Intinya, aku sedang menjalin hubungan yang sangat intim dengan lagu ini.
Martin sudah memainkan lagu ini di rangkaian tour-nya rupanya. Well, sudah agak lama. Hanya aku dulu tak memperhatiakn karena lagu ini bukan lagu favoritku. Tapi sekarang, aku tak akan pernah melewatkan sedikitpun hal-hal yang terkait dengan lagu ini. Dan, ternyata mereka juga sudah merilis video live versionnya. Mengapa Martin tak bilang? Waktu lagu ini ditetapkan sebagai single ketiga saja dia bilang. Aku harus meneleponnya.
Aku memencet beberapa digit nomor dan menekan tombol hijau di ponselku. Sedikit lama aku harus menunggu. Ke mana kau, Martin? Tapi akhirnya, ini dia!
“Wow, adakah sesuatu yang darurat sampai kau meneleponku malam-malam begini.”
“Belum ada jam 8! Apa aku menganggumu?”
“Tidak, tidak, tidak. Masih sedikit lama hingga aku naik ke panggung.
“Jadi kalian sudah merilis video Charlie Brown yang live?”
“Dan kau baru mengetahuinya?” ada nada pembelaan diri di
“Kenapa kau tak bilang?” kini giliran aku yang membela diri, sedikit gemas dengannya.
“Apakah koneksi internet di rumahmu mati? Atau….kau terlalu sibuk hingga tak sempat mencari berita tentang kami?”
Huuufft… terlalu sibuk?
“Dua hari ini aku memang sibuk dengan interviewku untuk NME. Kau tahu aku sedang berusaha agar aku diterima di
“Ya. Tapi kau tak bilang ada interview dua hari ini.”
“Pentingkah itu?”
“Setidaknya aku bias mendookanmu.” kembali ada sebuah nada pembelaan. Atau mungkin sebuah perhatian?
“Kau masih bisa mendoakanku. Pengumumannya masih besok.”
“Okay. Oh,ya. Aku berharap kau menonton X-Factor mala mini. Kami akan tampil malam ini dan ada sesuatu yang special. Memang bukan yang pertama kali. Tapi melihat kau sibuk dua hari ini, kau pasti belum melihatnya.”
Aku mengerutkan dahi.
“Okelah. Bye!”
Sesuatu yang special? Wow, mereka membuat kejutan lagi. Sejak album studio kelima mereka, banyak sekali kejutan yang mereka munculkan. Dari musik yang lebih segar, konsep graffiti yang mengagumkan, nama album yang jelas belum pernah kau dengar sebelumnya, hingga kostum gajah dan Martin yang mengendarai unicycle dan banyak hal lain yang kalau kuceritakan cerita ini jadi tidak ada akhirnya.
Aku segera menyalakan TV. Meski sudah tahu X-Factor baru akan mulai 30 menit lagi. Jadi kuputuskan mendengarkan Charlie Brown. Sudah kubilang, aku sedang jatuh cinta dengan lagu ini. Kurasa aku juga akan memutar lagu yang lain. Or let this song on my repeat. Entahlah, aku selalu ingin memutarnya kala lagu ini selesai.
Light a fire a fire a spark. Light a fire a flame in my heart. We’ll run wild. We’ll be glowing in the dark. Aku tak bisa untuk tidak menari. Mungkin aku sudah sehiperaktif Martin sekarang. Bodohlah, aku di dalam rumah. Tidak aka nada orang yang melihat.
All the highs all the lows. As the room a-spinning goes. We’ll run riot. We’ll be glowing dark. Aah, itu dia X-Factornya. Aku melepas headphone yang sedari tadi menempel di telinga. Saatnya menonton Martin. Pasti dia juga memainkan Charlie Brown.
Martin, Jonny, Guy, dan Will sudah di panggung. Martin memakai kaus biru lengan pendeknya. Ya, ya, otot-otot lengannya terlihat jelas. Dan seperti dugaanku, mereka memainkan Charlie Brown. Aku pun segera bersorak kegirangan bak anak kecil yang mendapat 3 lollipop. Tapi, astaga, pandanganku beralih pada sekumpulan cahaya warni-warni yang memancar kala mereka bermain. Kadang hidup kadang juga padam, mengikuti ritme lagu yang sedang dimainkan. Aku benar-benar kagum. Inikah hal spesial yang diberitahukan Martin tadi? Dan…itu jelas bukan bagian dari lightning mereka, sepertinya dari penonton. Bukan glow stick tapi.
Charlie Brown selesai, kini mereka memainkan
Butterfly confetti mulai bertebaran. Bagian mereka sudah hamper selesai berarti. Saat mereka sudah menghilang dari panggung, teleponku berdiring. Aku harap ini kau, Martin. Kau harus jelaskan tentang gelang ajaib itu!
“Ya?” jawabku girang, padahal belum tentu itu Martin.
“Aku hanya disuruh Martin untuk memastikan apa kau menonton kami tadi.” sahut suara di seberang
“JONNYPUFF!!!!!!!!!!!!!!!” teriakku girang. Ya, ini Jonny. Kekasih Martin sesungguhnya. Haha, kami, para fans, selalu berpendapat demikian.
“Astaga, kalian benar-benar melakukannya! Jonnypuff!” ada tawa riang di
“Katakan padanya, dia berhutang penjelasan tentang gelang itu. Atau kau mau mengambil alih tugasnya?”
“Yang jelas namanya Xylobands. Kau bisa mendapatkannya kalau kau juga punya selembar tiket. Selebihnya, Martin menyuruhku untuk bilang agar kau membaca interview-nya di internet.”
“Sial, ini pasti gara-gara aku terlambat mengetahui video live Charlie Brown kalian.”
“Haha…kudengar kau sibuk dua hari ini. Bolehkah aku ikut mendoakanmu?”
“Apa? Dasar Martin, dia cerita semuanya?”
Jonny tertawa sebentar.
“Tidak semua. Hanya saat kau menangis melihat video kami saat tampil di festival itu dan interview-mu dua hari ini. Dia bilang kau fan yang sedikit aneh. Hahahaha…..” kembali terdengar tawa riang yang riuh. Pasti bukan hanya Jonny.
“Apa? Katakan pada Martin aku akan menjewernya Minggu nanti. Dan tunggu, apa kau bersama yang lain?” tanyaku penasaran.
Kembali ada tawa yang riuh.
“Will’s here!” suara lain menyahut.
“dan Guy!” satu suara lagi. Astaga, mereka bertiga ada di
“Tadi Phil juga ikut sebentar.” Kali ini suara Jonny lagi.
“Lalu di mana Martin?”
“Dia ada interview. Kau mau menunggu?”
“Tidak, tidak. Bilang saja aku akan mendaratkan puluhan jeweran kalau dia dating.”
Kembali terdengar tawa yang riuh.
“Kalau begitu, bye! And Good Luck!”
“Thanks, Jonny! Bye!”
Telepon terputus dan aku tersenyum kembali duduk di sofa. Tapi tak berapa lama kemudian, giliran ponselku menerima sebuah pesan. Dari Martin. Isinya : Aku tunggu jewerannya. Aku tertawa kali ini, namun pesannya tak kubalas. Kembali kupasang headphone dan mendengarkan Charlie Brown. Sudah malam dan aku harus tidur.
Senin, 19 Desember 2011
Martin Lagiiii!
Aku menggigil di dalam sini. Padahal aku sudah memakai jaket tebal ini sejak tadi. Hujan amat deras di luar
“Hey, bisakah kau bukakan pagarmu? Aku akan mampir.” Oh, tebak siapa. Ternyata Martin.
“Hujan deras begini?”
“Justru itu, hujan sangat lebat. Aku tidak mau berada di jalan saat hujan begini derasnya.”
“Okay.”
Setidaknya, pangeran tampan itu tidak minta diberi payung. Belum sempat aku menaruh ponselku kembali, suara klakson mobil sudah terdengar. Astaga, cepat sekali dia. Jadi dia sudah di depan pagar saat menelepon tadi. Secepat kilat aku meraih paying dan segera membuka pagar. Hujan masih sangat lebat, sekuat tenaga aku mencoba melawan kedinginan yang sedang aku terobos. Dari dalam Martin tersenyum, seperti biasa. Dan, Ya Tuhan, di mana kedinginan yang tadi? Hilangkah hanya karena Martin tersenyum tadi?
“Kenapa kau begitu lambat?”
“Hey, aku tak tahu kau sudah di depan pagar saat kau menelepon.” Kataku membela diri.
“Harusnya setelah kau bilang ‘okay’, pintu pagar sudah kau buka.”
“Memangnya rumahku ini hotel dank au tamu VIP-nya?” jawabku jengkel. Sejak kapan Martin menyusahkan seperti ini.
“Memang bukan. Tapi kau tetap harus memuliakan tamumu,
“Well, kau mau coklat?” tanyaku mengakhiri kekakuan.
“Kalau kau tak keberatan.”
“Tentu. Aku ingin memuliakan tamuku.” Jawabku sedikit sinis dan dia hanya tersenyum.
Martin sedang membuka-buka majalah ketika aku kembali dari dapur. Tersenyum melihat sebuah artikel tentang dia dan band-nya.
“Sampul yang buruk. Harusnya bukan hanya kau yang ada di sampul.” Kataku sedikit mengejek sambil meletakkan secangkir coklat di hadapannya.
“Haha… sudah kubilang aku tak berbakat jadi model. “
Dia segera meminum coklatnya dan mengambil gitar. Well, saatnya akustik gratis dan eksklusif lagi.
“Kami akan segera merilis single ketiga.” Katanya riang dan sekali lagi meminum coklatnya.
“Princess of
“Bukan… tidak jadi yang itu.
Aku mengerutkan kening. Mencoba menebak-nebak judul lagu itu.
“Biar kutebak, Hurts Like Heaven?”
Dia hanya menggeleng. Tapi matanya menantangku untuk menebak lagi.
“Us Against The World?”
“Kenapa kau payah sekali?” kali ini dia yang meledek.
“Kukira tidak. Kedua lagu itulah yang terbaik. Kalau begitu, Don’t Let It Break Your Heart?”
“Payah juga. Lagu itu bahkan belum kami mainkan live. Aku ragu kau sudah mendengarkan semua track.”
“Percayalah, Martin. Aku sudah mendengarkan semua dan.. ketiga lagu itulah yang terbaik menurutku. Tentunya setelah Every Teardrop Is A Waterfall.”
Dia tersenyum dan berdehem sebentar. Pasti sehabis ini dia akan mulai bernyanyi.
“Apa kau tak memperhatikan yang ini?”
Dia lalu memetik gitarnya dan mulai memainkan sebuah lagu.
“Wooh..ooh..ooh..ooh. Stole a key. Took a car downtown where the lost boys meet. Took a car downtown and took what they offered me.”
Aku mendengarkannya dengan seksama. Mencoba mengingat judulnya. Tapi entahlah tersimpan di otak sebelah mana. Aku benar-benar lupa. Dan Martin masih terus bernyanyi, hamper di pertengahan lagu rupanya.
“Light a fire a fire a spark. Light a fire a flame in my heart. We’ll run wild. We’ll be glowing in the dark.”
Aah, lagu ini. Ya, kurasa track ini berada setelah
Martin masih tetap bernyanyi. Tapi matanya terus menantangku untuk segera menemukan judul lagu ini. Sial, aku benar-benar tak ingat.
“So we’ll soar luminous and wired. We’ll be glowing dark. “
Bahkan sampai akhir lagu pun aku belum ingat.
“Bagaimana? Ingat?” tanyanya dan aku hanya bisa menggeleng.
“Tapi, sepertinya lagu ini berada setelah
“Charlie Brown!” kata Martin mantap, membuatku mataku berbinar.
“Itu dia! Benar,
“Memang luar biasa. Well, kata kebanyakan fans.”
Martin menoleh keluar, aku mengikutinya. Hujan sudah reda dan mungkin dia akan segera pulang.
“Kau lihat di luar,
“Ya, mau pulang sekarang?”
“Ehhmm, kurasa kita belum bercanda tadi.” Katanya kemudian tersenyum lebar, gigi-giginya tampak lagi dan aku tak bisa untuk tidak memandanginya.
“Hah, aku tak mau membuat kau awet muda. Juga.. tak mau melihat gigimu lama-lama.”
Dia tersenyum lebar lagi. Kali ini dia tak lagi malu bahkan terkesan ingin memamerkan gigi-giginya.
“Baiklah. Kalau begitu, aku pulang.”
Dia kembali mengenakan jaketnya, lalu meraih gitarnya dengan cepat.
“Bye!” katanya sambil tersenyum, namun tak selebar tadi. Buru-buru dia menuju pintu tapi tak segera membukanya. Dia justru berbalik dan menatapku.
“Oh,ya! Satu hal lagi, kau harus ke rumahku Minggu nanti. Apple dan Moses merindukanmu.”
Aku mengangguk dan tersenyum. “Pasti.”
“Okay. Bye, lagi.”
Aku tersenyum dan melambaikan tangan. Kudengar mesin mobil dihidupkan. Dari dalam kulihat mobilnya sudah melewati pagar.
Oh, ya. Rencananya saya mau buat blog khusus buat fanfic saya. tapi di tumblr, hehe. Oke deh, sekian. Kalau baca, don't forget to leave the comment, key? That would be very worth for me :)
Rabu, 07 Desember 2011
Curhatan Saya
How's today? How's this week?
Let's start by today. I woke up with a very surprising feeling. Bukan karena dikejar-kejar hantu atau orang gila. But i dreamed of Fix You. ga ngenakin sebenarnya mimpinya. Jangan pikir saya mimpi dinyanyiin Chris Fix You *emang sih ngarep. tapi jujur bukan itu. horror malah. dalam mimpi itu saya lagi pelajaran sejarah sama guru SMA saya yang super horror itu. *tanya dimana Fox You-nya? Sabar, waktu itu lagi pembagian nilai juga, naah nilai saya itu termasuk jelek sekali. sampai sedih banget saya. dan entah bagaimana, tiba" mereka semua pada koor 'Lights will guide you home. And ignite your bones. And I will try to Fix You'. habis itu juga saya teriak "Martiiiin Martiiin. Lagu itu diciptain Chris Martin." tapi ga tau kenapa pada ga ngedenger semua. padahal teriakan saya keras lho. lalu saya liat ada bayangan empat orang kayak Coldplay era X&Y. tapi ga jelas, malah saya langsung terbangun gelagapan. perasaan udah ngga enak. lalu saya log in fb dan liat di beranda kalau, tim bola kesayangan saya, Man. United kalah dari FC Basel. So, we cannot continue to the next level. huuft, sedih pasti. tapi saya harap today isn't my worst day. and Alhamdulillah, pas di sekolah saya denger kabar kalau nilai bahasa Inggris saya bagus. hihkhiihihi.
and THIS WEEK!
i cannot say how this week occurs for me cause today's still Thursday. Tapi biarpun gitu, 4 hari ini kayak roller-coaster banget. seneng bisa seneng banget, tapi giliran dapet buruk juga ga terlalu buruk hehe. okay deh, segini dulu curhatan saya, bye
Rabu, 02 November 2011
hellooooooooooo
key, here are my tumblr (s) that maybe you want to follow :
MANCHESTER UNITED
Selasa, 13 September 2011
Nothing but a Worst Day :(
Kamis, 11 Agustus 2011
Ehm,,,,,
I NEED A FRIEND TO TALK WITH, TO SHARE WITH, AND BE A GUIDE WHEN I GOT THE WRONG WAY
I'VE GOT IT
BUT.....
JUST LOST IT
Selasa, 09 Agustus 2011
These Quotes Make Me Dare Living My Dream
"If you are willing to walk the path of the dreamer anything is possible"
"There's always one person or group of people who try to stop you following your dreams. Fuck them. Follow everything you believe in."
SOMETHING I HATE MOST
Kamis, 04 Agustus 2011
All Girls are Beautiful
" I'm beautiful in my way
'Cause God makes no mistakes
I'm on the right track, baby
I was born this way"
Hi, guys! especially for ladies, I'm sure you all have heard this song. yeap, it's Lady Gaga-Born This Way . Very nice song, and if you listen to it, you'll have no regret to be who you really are, girls! We were born by our own way, live by our own way, and look by our own way. All girls were born to be beautiful. there's no handsome girl. rite? All girls are BEAUTIFUL, in their own way exactly. beautiful doesn't mean you're a super-model, celebrity, fashion stylist, or etc. beautiful is being who you really are, enjoying what you wear, what make up you do, and any kind of works you do. beautiful doesn't mean dating a hot guy either.
Dun be jealous with super-model. maybe you dun have sexy body, good heel, or shiny hair. or maybe you cannot date any hot guy. dun worry, girls. you're beautiful. be confident and share your smile to the world. so this whole world will realize how beautiful you are.
maybe we aren't as beautiful as a super-model. but every girls were born in their own way, we're not same. we're different. a super-model is beautiful in her way as super-model. and we, we are beautiful in our own way. let me close this post by a Gerard Way's quotes :
"Hey, girls, you're beautiful. Don't look at those stupid magazines with sticklike models. Eat healthy and exercise. That's all. Don't let anyone tell you you're not good enough. You're good enough, you are too good. Love your family with all your heart and listen to it. You are gorgeous, whether you're a size 4 or 14. It doesn't matter what you look like on the outside, as long as you're a good person, as long as you respect others. I know it's been told hundreds of times before, but it's true. Hey, girls, you are beautiful."
Kamis, 28 Juli 2011
WORDS
"To face all these hard times, you don't need to be genius. Just DARE! Dare to face failure. Dare to get up first when the rest of the world still fell apart."
" Everybody's good at ONE THING. not everything."
" The question for any works isn't how could you but how DARE you."
" People change because the world is changing. "
" All the existing things have its own end. "
"We said miss because something is missing. "
Minggu, 10 Juli 2011
Some Unnecessary Words
Long time no blogging, i miss it honestly. but i dunno why, just feel like i've just lost my mind and have no idea for what i have to write here. but now, here i am, try to collect some words and post it. but still : it's an unnecessary thing. today, im back to the school after 3 weeks holiday. i really enjoy the holiday and wish if i got back to school i would find a fresh mind. BUT........... I do not! still so lazy to wake up and take a shower. I AM DEFINITELY NOT READY FOR STUDYING! but, again, thank you God, there's no study in this first day back to school. we are just gathering together with friends and teacher and making a class-administration. guess what? the teacher choose me to be the secretary. uh, so upset! aarrgh, honestly i just wanna be the member of my class and not to be one of the administrations.
well. forget it! i got worse news for myself. I GOT TOOTHACHE! and it very tortures me. i cannot eat well. i dunno since when i got this disease. but it sucks, DEFINITELY SUCKS!!!!!!!!!!!!!! i've tried to drink medicine but it doesn't work. aarrrgggh, many bad news for me. BUT I HOPE AS THE DAYS GO BY, AS SOMEDAY BECOMES TODAY, AS THE PAST BECOMES RECENT, ALL THE BAD WILL ALSO BECOME THE GOOD THINGS!
Jumat, 10 Juni 2011
In 1979 it was a Good Good Year!
" Life was simple,
Roger was working round the clock to make a living,
No computers, none of that, he used his two hands,
Ignored the cold war,
His wife would keep him warm"
Have you ever heard that song? If you haven't, poor you! :p this is Good Charlotte - 1979 ! this is from their newest album, Cardiology. this song is so wonderful, lyricsty, and very enjoyable. lagu yang emang dimainin akustik ini benar-benar cocok buat dijadiin single, easy listening and easy remembering. naah, ini lagu bentar lagi bakal ada videonya dah, @GoodCharlotte mengabarkan bahwa they are casting a family who has twin brothers for the young Joel and Benji. jadii buat para keluarga yang punya anak kembar, pada ikutan giih, siapa tahu kepilih.
naah, 1979 sendiri menurut gua adalah lagu yang menceritakan tentang kehidupan jadul The Maddens where in 1979 they were born. dari liriknya juga kental banget kalo nih lagu nostalgia. dari lirik awal di atas tuh! bait pertama :
"Life was simple,
Roger was working round the clock to make a living,
No computers, none of that, he used his two hands,
Ignored the cold war,
His wife would keep him warm.
On the weekends,
He'd load the car up with the kids and they'd go fishing,
No need to work an extra job, there's no recession,
Damn right he smiled a lot,
They lay awake at night,
So in love. "
nyeritain tentang bapak mereka, Roger Combs yang tiap pagi udah bangun trus kerja n menghabiskan weekend with family. So in love! waktu itu masih penuh ama kasih sayang. ya, as we know, Joel ma Benji kan pernah marahan more than 10 years with their Dad because of his bad attitude, ini juga tertuang dalam lagu The Young And The Hopeless
ama Emotionless . Nah, pas 1979 itu, si Roger masii baek2nya, blom bejat kayak yang diceritain di dua lagi itu, ya iyalah, pas 1979 kan Benji ma Joel kan baru lahir :D
lanjut ke Chorus :
" It was a good, good year, (oh uh oh)
The kids were all right,
"Highway to Hell" beat up "Stayin' Alive", (oh uh oh)
The Clash was on the radio,
And mum and dad were still in love,
In 1979,
It was a good, good year. "
pokoknya tuh tahun beneran taun yang indah deh, Roger n Istrinya a.k.a Madden's parent is still in love, tiap hari dengerin "Highway to Hell" ama "Stayin' Alive". karena taun segitu kayaknya blum marak tipi #sotoy, jadi pada genjar-genjarnya dengerin The Clash, one of a pop-punk legend. Well, as we know that Good Charlotte kan juga pop-punk. Pokoknya keadaan saat itu masii baik-baik aje, Benji-Joel masii senangnya ngerengek" karena masii baby. HAPPY FAMILY dah!
lanjut bait ke 3 :
" In the morning,
Robin always woke up early in the kitchen,
She'd make the coffee, pack his lunch and then she'd kiss him,
And he would hold her tight,
When they were newlyweds.
He'd say maybe,
And she would laugh, they knew they'd have another baby,
She'd slave away all day until dinner was ready,
And they would dance so slow to "Just the Way You Are"."
nah, kan di bait pertama bapaknya udah diceritain, giliran maknye donk sekarang, si Robin Madden. sebelum gua cerita tentang nih bait, kasih info dulu yak, biasanya kan marga anak" itu nurun dari bapaknya, nah, kenapa Benji-Joel pakenya malah Madden, bukan Combs, yang dari bapaknya. yak, ini juga dikarenakan bapaknya tadi, pas dia ninggalin tuh keluarga begitu aja gara" masalah yang melilit kayak ekonomilah, dll, si Benji-Joel ngubah marganya jadi Madden. as we know that they were born as Joel Ryan Reuben Combs and Benjamin Levi Combs. setelah peristiwa bapaknya minggat gak mau ngurus mereka lgi, jadi dah, ampe sekarang Joel and Benji Madden.
LANJUUUUT! nih bait nyeritain si Robin, seperti kebanyakan emak, juga pasti bangun subuh", bikinin kopi and nyiapin bekal suaminya, nyiapin sarapan, dapet jatah 'sun' tiap kali sebelum berangkat kerja :p. di bait ini kan juga ada lirik " And she would laugh, they knew they'd have another baby" . yap, Joel n Benji, tambah satu Josh, kakaknya, tapii ga diceritain di lagu ni, punya adek cwek namanya Sarah. lanjuuut, seperti kebanyakan keluarga di Amrik sana, abis makan malem pasti dansa", yah, pacaran at puber ke-2 lah #sotoy.
okeh, lanjut ke lirik" selanjutnya :
"All the decades and the years have passed,
Not every family is built to last,
No time can take away these memories,
Remember when you said to me,
That we'd be all right."
nah, so many years after 1979, everything's changing. Not every family is built to last . gak semua keluarga itu bakalan langgeng, sejahtera selamanya. kayak keluarga ini. udah gua ceritain tadi kan, si Roger minggat gara" masalah bejibun tuh keluarga. tapi bagaimanapun juga kan nggak ada mantan keluarga. sebejat"nya Roger dia masih ayah, bagian dari Maddens family. semua kenangan yang udah dia bkin, bareng Robin juga, n pasti Josh-Benji-Joel gak akan pernah terlupakan.
lanjut ke End Chorus
" Oh uh oh
Disco couldn't survive,
With the Dream Police and Rock 'N Roll High,
Blondie powered 'Heart of Glass',
And Mum & Dad bought their first house,
In 1979,
It was a good, good year.
It was a good, good year."
setelah di bait sebelumnya mereka kembali ke masa sekarang, ini mereka nostalgia lagi. menekankan bahwa apapun yang terjadi, IN 1979 IT WAS A GOOD GOOD YEAR! :)
Segini aja ya, dari gue, sorry kalo geje, maklum pertama kalinya gua coba nganalisis sebuah lagu murni dari pendapat gue bukan terinspirasi dari pendapat orang lain. yah, karena gua hobi nyari" info tentang keluarga pribadi Madden, jadi agak ngeh ama nih lagu :)
Kamis, 09 Juni 2011
Sombong
#JUSTSAYING
" Kadang kita harus mengatakan bahwa kita tidak terjatuh,
hanya terpeleset untuk kembali berdiri dan berlari lagi."
"Kadang kita harus tertawa, padahal seharusnya kita menangis"
"Kadang kita harus sombong, agar kita bisa bangkit, tidak terpuruk, dan tetap bisa melanjutkan hidup ini"
Selasa, 03 Mei 2011
about northern downpour
well, back to the topic! I dun wanna talk about Northern Downpour is the name of Panic! fans. but i wanna talk bout the song.
"If all my life is but a dream. fantastic possing greed then we should feed our jewelry to the sea. for diamonds do appear to be. just like broken glass to me"
begitulah kira-kira penggalan liriknya. hm,, dunno when I started loving this song. but yeaah, I do agree if people say this is the most relaxing song from Panic! At The Disco. karena emang bneer. yaah, emang sih lagunya rada sulit ditebak secara pasti apa maknanya, karena pake bahasa simbol yang teramat banyak dan cukup rumit. well, it's just proven that Ryro is truly a lyricsty ato apalah :p
tapi menurut gua pribadi, lagu ini bercerita tentang kehidupan kita-kita laahhh, Life is about a dream and any diamonds or whatever are just worthless. so we shouldnot be greed! life is bout a dream, makin dikutkan sama lirik
" Hey, moon, please forget to fall down. hey moon don't you go down"
People dnt wanna see morning cause when morning has come, we couldn't dream again, rite? ? ?
yaa, kira-kira gitulah, sbenarnya bukan itu saja, tapiii dasar gua emang ga pinter mengolah kata, takutnya malah banyak salah tafsir. padahal we have a right buat mengartikan sebuah lagu kan? orang bisa mengartikan lagu beda-beda, tergantung pada suasana mereka saat dengerin tuh lagu, latar belakang mereka, dll
well, well, before it goes too far, let's back to the topic! I just wanna say how I feel so relax whenever I listen to this song! dunno why n dun ask me why! cause when you really love sumthing you actually dun need any reasons for it. cause when the reasons are gone, it means you dun love it anymore! jaah, mulai geje daah. pokonya enak banget denger tuh lagu, musiknya yang lembut mengalun (bukan berarti kayak musik klasik) pokoknya instrumental yang perfect, lirik yang waw! dan gak ketinggalan suara B'den yang makin bikin betah buat dengerin nih lagu lama-lama
