Rabu, 26 Februari 2014
Rabu, 20 Februari 2013
Support Our Project!
Minggu, 11 November 2012
Paradise Live 2012 from Paris
Senin, 01 Oktober 2012
Coldplay Live 2012
Rabu, 22 Februari 2012
Coldplay win Best British Group on Brit Awards 2012
In this occasion, Coldplay's front man, Chris Martin also has duet with Noel Gallagher to play High Flying Birds. Chris play on piano.
Video :
Rabu, 21 Desember 2011
Fanfic Lagi!!!!!!!!
Aku sudah mendengarkannya. Ya, lagu yang akan dirilis band-nya Martin sebagai single ketiga. Dan tebak saja, aku sudah jatuh cinta pada lagu itu. Memang, aku harus mendengarkannya sampai tiga kali untuk benar-benar merasakan bagaimana luar biasanya lagu ini. Ini dia lagu terbaik yang pernah mereka ciptakan. Setiap bagiannya benar-benar luar biasa. Liriknya, petikan gitar, ketukan drum, dan suara Martin yang, haruskah kujelaskan bahwa dia memiliki vocal yang lebih dari prima? Intinya, aku sedang menjalin hubungan yang sangat intim dengan lagu ini.
Martin sudah memainkan lagu ini di rangkaian tour-nya rupanya. Well, sudah agak lama. Hanya aku dulu tak memperhatiakn karena lagu ini bukan lagu favoritku. Tapi sekarang, aku tak akan pernah melewatkan sedikitpun hal-hal yang terkait dengan lagu ini. Dan, ternyata mereka juga sudah merilis video live versionnya. Mengapa Martin tak bilang? Waktu lagu ini ditetapkan sebagai single ketiga saja dia bilang. Aku harus meneleponnya.
Aku memencet beberapa digit nomor dan menekan tombol hijau di ponselku. Sedikit lama aku harus menunggu. Ke mana kau, Martin? Tapi akhirnya, ini dia!
“Wow, adakah sesuatu yang darurat sampai kau meneleponku malam-malam begini.”
“Belum ada jam 8! Apa aku menganggumu?”
“Tidak, tidak, tidak. Masih sedikit lama hingga aku naik ke panggung.
“Jadi kalian sudah merilis video Charlie Brown yang live?”
“Dan kau baru mengetahuinya?” ada nada pembelaan diri di
“Kenapa kau tak bilang?” kini giliran aku yang membela diri, sedikit gemas dengannya.
“Apakah koneksi internet di rumahmu mati? Atau….kau terlalu sibuk hingga tak sempat mencari berita tentang kami?”
Huuufft… terlalu sibuk?
“Dua hari ini aku memang sibuk dengan interviewku untuk NME. Kau tahu aku sedang berusaha agar aku diterima di
“Ya. Tapi kau tak bilang ada interview dua hari ini.”
“Pentingkah itu?”
“Setidaknya aku bias mendookanmu.” kembali ada sebuah nada pembelaan. Atau mungkin sebuah perhatian?
“Kau masih bisa mendoakanku. Pengumumannya masih besok.”
“Okay. Oh,ya. Aku berharap kau menonton X-Factor mala mini. Kami akan tampil malam ini dan ada sesuatu yang special. Memang bukan yang pertama kali. Tapi melihat kau sibuk dua hari ini, kau pasti belum melihatnya.”
Aku mengerutkan dahi.
“Okelah. Bye!”
Sesuatu yang special? Wow, mereka membuat kejutan lagi. Sejak album studio kelima mereka, banyak sekali kejutan yang mereka munculkan. Dari musik yang lebih segar, konsep graffiti yang mengagumkan, nama album yang jelas belum pernah kau dengar sebelumnya, hingga kostum gajah dan Martin yang mengendarai unicycle dan banyak hal lain yang kalau kuceritakan cerita ini jadi tidak ada akhirnya.
Aku segera menyalakan TV. Meski sudah tahu X-Factor baru akan mulai 30 menit lagi. Jadi kuputuskan mendengarkan Charlie Brown. Sudah kubilang, aku sedang jatuh cinta dengan lagu ini. Kurasa aku juga akan memutar lagu yang lain. Or let this song on my repeat. Entahlah, aku selalu ingin memutarnya kala lagu ini selesai.
Light a fire a fire a spark. Light a fire a flame in my heart. We’ll run wild. We’ll be glowing in the dark. Aku tak bisa untuk tidak menari. Mungkin aku sudah sehiperaktif Martin sekarang. Bodohlah, aku di dalam rumah. Tidak aka nada orang yang melihat.
All the highs all the lows. As the room a-spinning goes. We’ll run riot. We’ll be glowing dark. Aah, itu dia X-Factornya. Aku melepas headphone yang sedari tadi menempel di telinga. Saatnya menonton Martin. Pasti dia juga memainkan Charlie Brown.
Martin, Jonny, Guy, dan Will sudah di panggung. Martin memakai kaus biru lengan pendeknya. Ya, ya, otot-otot lengannya terlihat jelas. Dan seperti dugaanku, mereka memainkan Charlie Brown. Aku pun segera bersorak kegirangan bak anak kecil yang mendapat 3 lollipop. Tapi, astaga, pandanganku beralih pada sekumpulan cahaya warni-warni yang memancar kala mereka bermain. Kadang hidup kadang juga padam, mengikuti ritme lagu yang sedang dimainkan. Aku benar-benar kagum. Inikah hal spesial yang diberitahukan Martin tadi? Dan…itu jelas bukan bagian dari lightning mereka, sepertinya dari penonton. Bukan glow stick tapi.
Charlie Brown selesai, kini mereka memainkan
Butterfly confetti mulai bertebaran. Bagian mereka sudah hamper selesai berarti. Saat mereka sudah menghilang dari panggung, teleponku berdiring. Aku harap ini kau, Martin. Kau harus jelaskan tentang gelang ajaib itu!
“Ya?” jawabku girang, padahal belum tentu itu Martin.
“Aku hanya disuruh Martin untuk memastikan apa kau menonton kami tadi.” sahut suara di seberang
“JONNYPUFF!!!!!!!!!!!!!!!” teriakku girang. Ya, ini Jonny. Kekasih Martin sesungguhnya. Haha, kami, para fans, selalu berpendapat demikian.
“Astaga, kalian benar-benar melakukannya! Jonnypuff!” ada tawa riang di
“Katakan padanya, dia berhutang penjelasan tentang gelang itu. Atau kau mau mengambil alih tugasnya?”
“Yang jelas namanya Xylobands. Kau bisa mendapatkannya kalau kau juga punya selembar tiket. Selebihnya, Martin menyuruhku untuk bilang agar kau membaca interview-nya di internet.”
“Sial, ini pasti gara-gara aku terlambat mengetahui video live Charlie Brown kalian.”
“Haha…kudengar kau sibuk dua hari ini. Bolehkah aku ikut mendoakanmu?”
“Apa? Dasar Martin, dia cerita semuanya?”
Jonny tertawa sebentar.
“Tidak semua. Hanya saat kau menangis melihat video kami saat tampil di festival itu dan interview-mu dua hari ini. Dia bilang kau fan yang sedikit aneh. Hahahaha…..” kembali terdengar tawa riang yang riuh. Pasti bukan hanya Jonny.
“Apa? Katakan pada Martin aku akan menjewernya Minggu nanti. Dan tunggu, apa kau bersama yang lain?” tanyaku penasaran.
Kembali ada tawa yang riuh.
“Will’s here!” suara lain menyahut.
“dan Guy!” satu suara lagi. Astaga, mereka bertiga ada di
“Tadi Phil juga ikut sebentar.” Kali ini suara Jonny lagi.
“Lalu di mana Martin?”
“Dia ada interview. Kau mau menunggu?”
“Tidak, tidak. Bilang saja aku akan mendaratkan puluhan jeweran kalau dia dating.”
Kembali terdengar tawa yang riuh.
“Kalau begitu, bye! And Good Luck!”
“Thanks, Jonny! Bye!”
Telepon terputus dan aku tersenyum kembali duduk di sofa. Tapi tak berapa lama kemudian, giliran ponselku menerima sebuah pesan. Dari Martin. Isinya : Aku tunggu jewerannya. Aku tertawa kali ini, namun pesannya tak kubalas. Kembali kupasang headphone dan mendengarkan Charlie Brown. Sudah malam dan aku harus tidur.
Kamis, 15 Desember 2011
Coldplay - We Found Love (Rihanna Cover)
Just wanna share this amazing cover :D. Sorry maybe it's too late but this is kinda MUST WATCHED!
Rabu, 14 Desember 2011
Xylobands Memeriahkan Konser Coldplay
Btw, udah tahu belum Xylobands itu apa? Yang udah tahu berarti bagus, update informasi terus setiap saat. Yang belum tahu jangan khawatir, akan selalu ada orang yang akan memberi tau anda #ceelah. Ini dia gambar Xylobands :
Bagus ya. Mungkin terkesan biasa kalo begini tapi Xylobands itu gelang elektronik yang bisa memancarkan cahaya warna-warni yang bikin konser makin semarak aja. Kayak gambar di bawah ini. bagus ya?
Naah, Xylobands ini sekarang udah jadi bagian dari rangkaian Mylo Xyloto Tour milik Coldplay. Setiap penonton yang dateng ke konser dapet satu gelang Xylobands ini. Enak ya, doain mereka dateng ke Indonesia trus saya bisa lihat biar dapet nih gelang ajaib :D. Uniknya ini gelang ga menyala terus sepanjang konser. ada kala-kala tertentu mereka menyala mengikuti ritme lagu yang dibawain Coldplay. Xylobands sendiri sebenarnya memakai sistem radio control, cuma belum diketahui pada saat apa aja nih gelang bakal nyala atau bagaimana nyalainnya.
Urusan siapa yang bikin ide magnificent ini, Chris Martin bilang gelang ini diciptain oleh seorang pembuat alat bantu seks bernama Jason Regler. Berikut petikan wawancaranya :
"Ada orang yang bernama Jason, yang menyukai Coldplay. Ia biasa membuat alat bantu seks berupa vibrator yang digunakan dengan telepon genggam. Pada dasarnya, ia seorang penemu. Menurut saya, ia datang ke Glastonbury (Glastonbury Festival 2011) musim panas ini dan mendapat sebuah ide—ketika kami sedang manggung—untuk membuat gelang bersinar ini. Ia mengontak kami dan mengatakan, 'Bagaimana menurut Anda?' dan kami mengatakan, 'Sepertinya itu ide yang paling bagus selama ini'... dan sekarang kami memiliki gelang ini untuk setiap penonton yang memiliki selembar tiket," terang Martin dalam Smart On, acara radio XFM, Minggu (11/12/2011) lalu.
Buat yang pengen ngeliat efek Xylobands secara lebih jelas, bisa langsung check video ini :
Rabu, 07 Desember 2011
Coldplay - Dont Panic @ Glastonbury 2000

The Simple Martin
Halohaiiii, met siang karena gua postingnya siang juga :D. okay guys here I come with an 'unordinary' post. kenapa? karena gua hadir barengan cerpen gua yang pertama gua post di blog ini. yang pertama di pos loh ya, bukan yang pertama dibuat. Yang pertama kali dibuat ga gua post malah. FYI, aja. nih cerpen terisnpirasi setelah gue liat video Coldplay live in Glastonbury 2000. Tepatnya pas Chris Martin bilang 'I don't know if any of you have ever heard of us. But we're called coldplay.' Lalu membungkuk sopan di hadapan audience. Okay let's check this out aja! :
Aku baru saja selesai menonton video itu, dan berencana mematikan komputer sebelum kusadari bahwa dia telah berdiri di belakangku. Ia lalu menyodorkan tisu, mengetahui mataku berair.
“Kau menonton lagi,ya?”
“Lagi?” aku mengernyitkan dahi. Sebenarnya memang iya, aku menonton video itu sudah dua kali. Tapi kurasa, tidak seorang pun tahu aku menontonnya untuk pertama kali. Lalu bagaimana dia tahu?
“Ya. Dan memang iya,
Aku kembali mengernitkan dahi. Bagaimana dia tahu itu semua? Namun lelaki ini memang hebat. Dia tahu aku bingung, lalu buru-buru membuka mulut memberi penjelasan.
“Malam itu sebenarnya aku dating. Aku ingin memberikanmu kalung The Rolling Stones yang aku beli di festival. Tapi kulihat kau amat khusyuk di depan komputer. Sampai kau tak tahu ada seseorang yang membuka pintu kamarmu. Aku tak mau kau terganggu, jadi lebih baik aku pulang.”
Aku tersenyum sekarang.
“Dan kau tahu? Sampai rumah aku pun menonton video itu.”
Senyumku semakin lebar. Kubenahi caraku duduk, lalu bersiap mendengarnya bercerita.
“Dan kau menyadari sesuatu?”
“Ya, kau lihat betapa masih mudanya aku. Juga betapa pemalunya aku waktu itu. Kadang aku tak percaya sendiri. Aku dan band-ku tentunya tampil di festival megah itu saat kami baru punya satu album.”
“Kau tak pernah membayangkan 10 tahun berikutnya kau akan sering tampil di
Dia menggeleng pelan dan sambil menerawang jauh dia mulai lagi bercerita.
“Jangankan membayangkan hal seperti itu. Yang aku pikirkan dulu hanyalah agar aku bias berdiri dan bernyanyi di
“Dan kau lihat bagaimana kau dan band-mu sekarang?”
Dia tersenyum lebar memamerkan deretan gigi-gigi putih yang rapi dan rahangnya yang begitu kokoh.
“Ya, kami semua mulai menua. Kulitku juga tidak sekencang dulu lagi.”
“Tapi kau justru makin pandai berdansa di usia segini.”
Kembali ia tertawa. Dan beginilah dia jika sudah tertawa. Bukan hanya mulutnya saja yang terbuka lebar, tapi semua anggota tubuhnya seolah ikut terbuka. Initnya semua ikut tertawa.
“Hey, kau memandang gigiku,ya?”
“Kau tertwa. Dan di saat itu pasti kau pamerkan gigi-gigimu itu.”
Kali ini dia tersenyum. Tapi tak lebar seperti tadi. Hanya kedua ujung bibirnya yang naik. Ia tak lagi memamerkan gigi-giginya.
“Ah, sudahlah. Aku sudah cukup tua. Tak pantas bercanda laiknya anak muda.”
“Kau justru akan awet muda kalau hobi bercanda.”
Lagi, dia hanya tersenyum tipis. Lalu mengambil sesuatu dari saku celananya.
“Ini untukmu. Aku harus membongkar lemari untuk menemukannya. Untunglah masih ada. Dan rasanya… aku terlalu lama di sini. Aku takut semakin bertambah muda jika bersamamu. Aku pulang, ya? Bye.”
Lalu ia letakkan benda dari saku celananya tadi. Sebuah harmonika yang cukup tua. Yang aku yakin inilah harmonika yang sama, yang ia mainkan seperti di video itu. Kulihat dia hamper sampai di depan pintu. Cepat-cepat kubuka mulut sebelum ia melewati pintu itu.
“Tapi kau tak pernah berubah, Martin.”
Dia berbalik dan tersenyum tipis.
“Jangan lupa sampaikan salamku untuk Apple, Moses, juga Gwyneth.”
Dia hanya mengacungkan ibu jarinya lalu berlalu melewati pinru. Aku memandangi punggungnya yang tegap berlalu melewati pintu. Ya, kau memang tak pernah berubah, Martin. Kau tetaplah Martin yang selalu berusaha menyembunyikan kegugupannya di depan para wanita. Kau selalu menjadi Martin yang polos, rendah hati, namun tak jarang bias bertingkah konyol. Kau masih Martin seperti saat kita pertama bertemu. Kala kau merangkulku karena aku tak bias menghentikan tangis setelah konsermu.
Pandanganku pun beralih ke harmonika pemberiannya tadi. Kuambil lalu kucoba memainkan ‘Don’t Panic’ seperti dia pada video itu. Tak sebagus dia memang. Tapi aku akan selalu mencoba untuk seperti dia. Terima kasih, Martin.
Inspired by this video :
Gimana, udah baca? Gaje kan? Yah, inilah tulisan seorang fan yang merana :D. Kalau udah baca *kalau ada* tolong kasih komen ya, biar saya bisa belajar :). Ini cerpen saya buat pas saya try out UAN. Pas udah selesai ngerjainnya, daripada gaje nunggu bel mending coret-coret danjadilah ini :)
Selasa, 29 November 2011
Coldplay - Charlie Brown
Hello! Long time no see ya all. kinda busy wf school and it's actually a test day. but cause I'm missing posting something so i go online here.
ok, guys! Here come a post about Coldplay again. Cause I do so fckin' damned in love with their new album called Mylo Xyloto.
They have released two singles. Every Teardrop Is A Waterfall and Paradise. Both are great and relaxing and beautiful and flawless and and and PERFECT!
So this song called Charlie Brown will become their third single. Listen it guys! You will have no reason to not repeat it. Very Beautiful ! :))))
Sabtu, 19 November 2011
Dreamed of para para paradise
Dreamed of Para-para-paradise!
im sure you all have heard to this song. this is such a new and popular song :)
okay let's start by some words. First time i heard this song i just cried, yes i did. Chris voice is the main reason and the rest is about the whole lyrics of this song.
i just feel like my life could be like this. if Chris said that
"When she was just a girl. She expected to the world. But it flew away from her reach, so she ran away in her sleep and dreamed of para-para-paradise."
then i just feel like it's truly me. I'm a girl and have a great expectation to this world but it actually never came and seemed getting far and far. then i just kept it as a dream that i enjoyed.
Senin, 08 Agustus 2011
Coldplay - Every Teardrop Is A Waterfall
I turn the music up, I got my records on
I shut the world outside until the lights come on
Maybe the streets alight, maybe the trees are gone
I feel my heart start beating to my favourite song
And all the kids they dance, all the kids all night
Until Monday morning feels another life
I turn the music up
I’m on a roll this time
And heaven is in sight
I turn the music up, I got my records on
From underneath the rubble sing a rebel song
Don’t want to see another generation drop
I’d rather be a comma than a full stop
Maybe I’m in the black, maybe I’m on my knees
Maybe I’m in the gap between the two trapezes
But my heart is beating and my pulses start
Cathedrals in my heart
As we saw oh this light I swear you, emerge blinking into
To tell me it’s alright
As we soar walls, every siren is a symphony
And every tear’s a waterfall
Is a waterfall
Oh
Is a waterfall
Oh oh oh
Is a is a waterfall
Every tear
Is a waterfall
Oh oh oh
So you can hurt, hurt me bad
But still I’ll raise the flag
Oh
It was a wa wa wa wa wa-aterfall
A wa wa wa wa wa-aterfall
Every tear
Every tear
Every teardrop is a waterfall
Every tear
Every tear
Every teardrop is a waterfall
Beautiful, amazing, and perfect song. All the lyrics, music, rhythm, guitar, and drum are so fucked up PERFECT! listen to this song whenever the dawn comes and you'll love living in your own life! whenever you feel down and lost , just turn up this song and HEAVEN IS INSIGHT!










